Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Babak baru Apple di Indonesia: iPhone 7 ke Research Center

ahApel sangat istimewa. Raksasa teknologi yang didirikan oleh Steve Jobs ini menjadi benchmark bagi produsen lain untuk menciptakan produk. Bagi konsumen, perangkat yang diproduksi oleh Apple dianggap lebih berharga dan berkelas dibandingkan perangkat lain. Saya bangga memilikinya. Meski mahal, produk Apple di Indonesia tetap diminati. Banyak orang membeli dari luar negeri bahkan ketika mereka tidak tersedia di negara ini.

Hal ini telah terjadi berulang kali, terutama pada iPhone. Pasarnya besar, tetapi Apple belum menjadikan negara ini sebagai prioritas. Saat produk baru diluncurkan, Indonesia tidak pernah masuk dalam daftar negara pertama yang tersedia. Pada puncaknya, Apple di Indonesia tidak bisa menjual iPhone selama hampir dua tahun karena tidak memenuhi peraturan TKDN (Tingkat Konten Dalam Negeri) pemerintah.

Berkat lobi, skema DCL akhirnya berubah, baik dari Apple atau pemerintah Indonesia, memungkinkan Apple untuk menjual kembali iPhone di Indonesia. Alhasil, Jumat (31/3) kemarin, konsumen sudah bisa membeli iPhone 7 dan iPhone 7 Plus melalui telco lokal Smartfren dan distributor lokal Erajaya.

Jual iPhone 7 via Smartfren dan Erajaya

Sudah lama sejak diluncurkan (September 2021), namun antusiasme konsumen tetap tinggi. Derrick Surya, VP Brand Communications Smartfren, yang ditemui usai peluncuran di Galeri Smartfren Savan, Jakarta (31/3), mengatakan 5.000 pelanggan sudah melakukan pre-order (pendaftaran) di website tersebut. “Pelanggan sudah membayar hampir 1.000 unit, melebihi target awal kami yang hanya 500 pelanggan,” kata Derrick.

Menurutnya, banyak pelanggan yang mengambil metode cicilan kartu kredit. Perangkat yang paling banyak dipilih adalah iPhone 7 Plus Jet Black. Pada penjualan kali ini, Smartfren akan menawarkan dua paket yaitu iPlan 350 dan iPlan 485. Smartfren adalah satu-satunya partner komunikasi resmi Apple di Indonesia yang menjual iPhone 7 dan iPhone 7 Plus.

“Ini merupakan bentuk kepercayaan Apple kepada Smartfren Telecom sebagai partner eksklusif Apple di Indonesia. Pokoknya melalui kerjasama ini Apple perlu menguji kualitas jaringan Smartfren dan mereka adalah 4G LTE terbaik di Indonesia. Terbukti jaringannya,” ujar Kerekan.

ponsel pintar iphone
Penjualan pertama iPhone 7 di Galeri Smartfren Sabang di Jakarta.

Pengenalan DCL oleh Gedung Pusat Penelitian

Ya memang belum diprioritaskan, tapi Indonesia pasar yang penting dan punya potensi besar. Jadi Anda tidak boleh melewatkannya. Indonesia, yang memiliki populasi terbesar di ASEAN, telah menjadi pasar terbesar perusahaan. Selama lima tahun terakhir, pelanggan telekomunikasi seluler meningkat empat kali lipat dari 63 juta menjadi 211 juta. Padahal, perkiraan jumlah ponsel yang beredar saat ini mencapai 300 juta, melebihi jumlah penduduk Indonesia yang sekitar 250 juta.

Apple terpaksa mematuhi peraturan untuk terus menjual di dalam negeri. Dalam hal ini, Apple di Indonesia dapat memaksa DCL untuk menggunakan skema investasi sesuai dengan Pasal 25 Permenperin No 65 yang diterbitkan pada tahun 2021. Perusahaan dapat berinvestasi pada nilai konstan untuk memenuhi nilai DCL.

Pada Kamis (3 Maret), tepat sebelum penjualan pertama iPhone 7, Direktur Apple Asia Selatan Michel Coulomb dan Manajer Pemerintah Apple Indonesia Mirza Natadisastra bertemu dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. .. “Terima kasih kepada Apple atas usahanya, karena Apple mendukung kebijakan pemerintah untuk meningkatkan konten lokal, inovasi, dan investasi, yang akhirnya berhasil,” kata Hartanto.

Menurut Menperin, R&D Center atau R&D Center ini akan menjadi pembangunan pertama Apple di Indonesia dan akan berlokasi di BSD, Tangerang Selatan, Banten. Sekali lagi, kami sedang merancang dan mempersiapkan pembangunan beberapa fasilitas yang sedang dibangun.

R&D center di Green Office Park di BSD ini rencananya akan go live pada Mei 2021 dan akan menyerap sebanyak 400 karyawan lokal. Mereka menyebut pusat itu bekerja sama dengan universitas di daerah, tahap pertama bekerja sama dengan Binus University.

Apple juga menawarkan program pelatihan untuk menghasilkan instruktur di Research Center. Fasilitas pendidikan, yang mengembangkan lingkungan berbasis atau lingkungan Apple yang tersedia untuk industri. Artinya, aplikasi ini juga bisa digunakan oleh pelaku bisnis, lanjutnya.

Rencananya, akan ada dua pusat R&D lagi untuk membangun Apple di Indonesia, satu masih di Jawa dan satu lagi di Sumatera Utara. Komitmen Apple untuk membangun pusat penelitian diperkirakan mencapai US$44 juta atau investasi sekitar Rp586 miliar.

Menurut Airlangga, Innovation Center bertujuan untuk menciptakan teknologi digital terkini yang dimiliki Apple, termasuk pengembangan aplikasi yang dapat digunakan pada perangkat yang diproduksinya. Kami meneliti dan berinvestasi di ruang perangkat lunak untuk memungkinkan Apple memenuhi DCL sebesar 30% dan menjual iPhone di Indonesia. “Pada konferensi tersebut, pemerintah mengeluarkan sertifikasi TKDN dan berterima kasih kepada Apple yang telah menjual produk smartphone 4G LTE di Indonesia,” kata Airanga.

Kementerian Perindustrian Apple
Pertemuan Kemenperin dan Apple (Foto: Kemenperin.go.id)

Perlu diketahui, untuk bisa mendapatkan DCL 30%, Apple di Indonesia harus menjanjikan investasi Rp 550 miliar hingga Rp 700 miliar. Hal ini tertuang dalam Permenperin No. 2. Pasal 65 Tahun 2021 tentang syarat dan tata cara penghitungan nilai tingkat komponen nasional produk telepon seluler, komputer genggam (handheld) dan komputer tablet.

Post a Comment for "Babak baru Apple di Indonesia: iPhone 7 ke Research Center"