Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Didanai oleh Surge-Sequoia, BukuKas siap mendigitalkan usaha mikro Indonesia

BDengan banyaknya pedagang kecil dan menengah di Indonesia, banyak start-up mulai serius menggarap pasar ini.Startup aplikasi manajemen keuangan digital tidak terkecuali Buku rekening kas. Startup ini didirikan pada Desember 2021 oleh Krishnan M. Menon dan Lorenzo Peracchione.

BukuKas didirikan tidak lama sebelumnya, tetapi segera menerima dana awal (Pendanaan awal) From Surge, program akselerasi yang dimiliki oleh Sequoia Capital India. Omong-omong, Sequoia Capital adalah salah satu investor utama GoJek. Selain itu, banyak perusahaan modal ventura kelas atas seperti Credit Saison, Hustle Fund, Whiteboard Capital, 500 Startups dan Many Angel Investors telah berpartisipasi dalam pembiayaan, tetapi sayangnya belum diumumkan.

Dengan pendanaan awal ini, BukuKas akan fokus memperkuat bisnisnya untuk mendukung usaha mikro dan kecil (UMKM) Indonesia. Startup ini berupaya untuk lebih memahami dan mengelola arus keuangan usaha mikro dengan pembukuan digital yang gratis, inovatif, aman, dan mudah digunakan.

Krishnan M. Menon, CEO dan salah satu pendiri BukuKas, mengatakan pihaknya melakukan survei menyeluruh terhadap ribuan pedagang kecil dan kecil Indonesia sebelum meluncurkan BukuKas. Tujuannya adalah untuk memahami rasa sakit dan masalah mereka.

“Kami percaya bahwa setiap orang, dengan atau tanpa kekayaan, berhak mendapatkan layanan dan barang keuangan terbaik, tergantung pada kebutuhan dan aspirasi keuangan setiap individu. Misi kami adalah yang utama. Untuk memberdayakan 56 juta pedagang mikro melalui platform BukuKas dan menjadikannya bagian kisah pertumbuhan Indonesia yang menarik, ”kata Menon.

Menon menambahkan, misi BukuKas ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk mendigitalkan UMKM yang disebut-sebut sebagai tulang punggung perekonomian Asia Tenggara. “Hal yang paling sulit bagi seorang trader adalah mengelola uang dan memahami aliran keuntungan dan kerugian. Usaha kecil ini dapat menghasilkan keuntungan besar dengan mendigitalkan keuangan mereka,” katanya. Saya melakukannya.

Presiden Jokowi sendiri telah berulang kali menyatakan bahwa UKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dan ASEAN, menyumbang lebih dari 88% dari total jumlah perusahaan dan mempekerjakan lebih dari 51% dari total tenaga kerja kawasan. Namun, sebagian besar pemilik usaha kecil masih menggunakan pena dan kertas untuk melacak aktivitas keuangan mereka.

Baca juga: Inilah yang dilakukan Grab dan Microsoft untuk mendigitalkan UMKM di Indonesia.

Fitur aplikasi buku kas

Aplikasi reservasiTersedia untuk pengguna Android, aplikasi mobile BukuKas menyediakan solusi pembukuan yang sederhana dan inovatif untuk usaha mikro. Aplikasi ini dapat memonitor penjualan, keuntungan dan kredit. Anda bahkan dapat mengirimkan pesan pengingat pembayaran kepada pelanggan Anda melalui WhatsApp saat pulsa Anda habis masa berlakunya agar pembayaran dilakukan tepat waktu. Ini menghemat pemilik usaha kecil 40 menit per hari dan Rp 76.000 per bulan, membebaskan mereka dari kerumitan perhitungan manual dan sinkronisasi saldo.

Selain itu, mereka dapat lebih memahami faktor-faktor yang mendorong keuntungan dan arus keuangan, yang secara proaktif dapat meningkatkan kinerja bisnis. Aplikasi ini digunakan di berbagai industri UMKM seperti fashion, tempat makan, elektronik dan counter pulsa/ponsel. Banyak dari mereka adalah pengusaha muda, biasanya berjualan online di berbagai platform media sosial seperti Whatsapp dan Instagram, selain dari saluran offline tradisional.

BukuKas memainkan peran penting untuk menjadi lebih terstruktur, efisien dan stabil, dan menawarkan banyak layanan yang lebih mendukung operasi bisnis penjual.

Dari Januari hingga Maret 2021, jumlah merchant yang menggunakan Bukukas meningkat 20 kali lipat, jumlah transaksi meningkat 60 kali lipat, dan sebagian besar merchant menggunakan produk ini beberapa kali dalam sehari. Hingga April 2021, BukuKas melayani lebih dari 250.000 vendor dengan rekor US$150 juta (setara Rp2,26 triliun).

Pembatasan sosial yang diberlakukan untuk memerangi COVID-19 berdampak signifikan, terutama pada usaha kecil yang sangat bergantung pada saluran online. Akibatnya, banyak dari mereka meningkatkan komitmen mereka ke saluran digital. Buku kas membantu mereka mendapatkan pemahaman dan kontrol yang lebih baik selama masa-masa sulit ini. Menyadari tantangan yang dihadapi oleh pemilik usaha kecil, perusahaan merencanakan kampanye pendanaan untuk membantu pedagang dalam kesulitan.

Baca juga: Gandeng Accelerator dan Avantee, Bhinneka Bantu UMKM Maju ke Kelas

Dalam jangka panjang, perusahaan berencana mempercepat proses inklusi keuangan dan digitalisasi UKM Asia Tenggara, dimulai dari Indonesia. Mereka berencana untuk memperluas penawaran produk mereka, termasuk menawarkan layanan neo-banking, untuk membawa populasi non-perbankan yang besar di Asia Tenggara ke dalam ekosistem keuangan melalui solusi perbankan digital yang inovatif dan berpusat pada pelanggan.

Post a Comment for "Didanai oleh Surge-Sequoia, BukuKas siap mendigitalkan usaha mikro Indonesia"