Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Survei LD FEB UI: Gojek Bantu UMKM Bertahan dan Beradaptasi Di Masa Pandemi

PWabah Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini berdampak besar pada ketahanan ekonomi Indonesia pada khususnya. Terdapat sejumlah besar usaha kecil dan menengah (UMKM) yang harus melanjutkan dan beradaptasi dengan usahanya agar dapat bertahan dan terus memperdagangkan barang dan jasa. Salah satunya adalah pindah ke platform atau ekosistem digital.

Sebagai platform dengan ekosistem ekonomi digital, Gojek terus berupaya untuk memudahkan UMKM berpindah dari offline ke online atau mempercepat “digitalisasi” UMKM. Upaya ini dilakukan agar kami tetap optimis terhadap pertumbuhan di masa depan dengan menggunakan berbagai solusi teknis dan non-teknis.

Dalam kesempatan konferensi online pada Senin (8 Maret), Lembaga Demografi (LD FEB UI), Fakultas Ekonomi dan Administrasi Bisnis Universitas Indonesia, mengumumkan hasil kajian yang dilakukan bekerjasama dengan Gojek. Judulnya “Peran ekosistem Gojek dalam perekonomian Indonesia selama dan sebelum pandemi Covid-19.”

Baca Selengkapnya: Gojek Umumkan GoPlay Live, Konser Online, dan Platform Streaming Interaktif

Gojek efektif di masa pandemi, terutama untuk mendukung usaha mikro

Paksi CK Walandouw, Wakil Direktur LD FEB UI (kiri atas), Dr. Peneliti LD FEB UI Alfindra Primaldhi (kanan atas), dan Direktur LD FEB UI Turro S. Wongkaren, PhD.(Bawah) adalah COVID.-Diumumkan temuan tentang peran ekosistem Gojek dalam perekonomian Indonesia selama dan sebelumnya.  19 Pandemi.
Paksi CK Walandouw, Wakil Direktur LD FEB UI (kiri atas), Dr. Peneliti LD FEB UI Alfindra Primaldhi (kanan atas), dan Direktur LD FEB UI Turro S. Wongkaren, PhD.(Bawah) adalah COVID.-Diumumkan temuan tentang peran ekosistem Gojek dalam perekonomian Indonesia selama dan sebelumnya. 19 Pandemi.

Sepanjang 2021, Gojek telah berkontribusi pada perekonomian melalui lima layanan yang ditawarkan. GoFood, GoPay, GoSend, GoCar, GoRide. Dihitung dari selisih pendapatan mitra sebelum dan sesudah bergabung di ekosistem Gojek, total kontribusinya Rp 104,6 triliun dan kontribusi langsung Rp 87,1 triliun. Dengan menggunakan metode penghitungan PDB, nilai produksi ekosistem digital Gojek pada 2021 mencapai 1% dari PDB nasional Indonesia.

Peneliti Dr. LD Alfindra Primaldhi menjelaskan bahwa studi tersebut menunjukkan peran ekosistem ekonomi digital dalam membantu usaha mikro, khususnya usaha mikro, bertahan selama pandemi. Temuan menunjukkan bahwa selain para pelaku bisnis sangat realistis tentang dampaknya, mereka juga optimis dengan ekosistem digital sehingga dapat tumbuh di masa depan.

Saat pandemi merebak, banyak yang terpaksa berdiam diri di rumah atau harus mengambil cuti cukup lama tanpa dibayar. Akibatnya, mereka harus mencari bisnis lain. Salah satu bisnis yang populer adalah menjual makanan dan mendistribusikannya melalui layanan seperti GoFood.

Empat puluh persen mitra yang disurvei oleh LD hanya berpartisipasi selama masa pandemi, yaitu setelah Maret 2021. 94% di antaranya termasuk pengusaha kecil, dan 43% di antaranya adalah pengusaha baru. “Memasak menjadi salah satu alternatif sumber penghasilan bagi masyarakat yang kehilangan atau mengalami penurunan di masa pandemi,” jelas Alfindra.

Temuan juga menunjukkan bahwa mayoritas mitra UMKM percaya bahwa mereka dapat beradaptasi dengan pandemi karena mereka berada di ekosistem Gojek. Setidaknya 92% mitra UMKM GoFood, 97% mitra UMKM penjual yang menggunakan GoSend, dan 89% mitra UMKM GoPay merasa memenuhi syarat.

Khusus untuk GoFood, mitra UMKM mendapatkan keuntungan dari fitur-fitur seperti teknologi manajemen promosi diri (68%) dan durasi iklan (51%). Sementara itu, mitra UMKM lainnya mendapatkan keuntungan dari kapabilitas layanan GoSend dalam kota (77%) dan antar kota (32%).

Mayoritas mitra Gojek memiliki semangat gotong royong

Pergi makan

Dalam waktu kurang dari tiga bulan, UMKM yang baru bergabung dengan ekosistem Gojek memiliki keterampilan baru: keterampilan penjualan online (77%), penggunaan media sosial dalam bisnis (48%), dan kreativitas dalam pemasaran (45%).

Poin yang sangat unik dan positif adalah sebagian besar mitra di ekosistem Gojek saling membantu di masa pandemi dan memiliki semangat gotong royong yang kuat. 72% di antaranya memberikan dukungan sosial, dan hampir separuh (44%) mitra GoFood memberikan dukungan kepada pengemudi ojek online.

Kajian yang dilakukan oleh LD FEB UI dilakukan di beberapa wilayah Indonesia dan menggunakan metode kuantitatif wawancara tatap muka untuk mengkonfirmasi kontribusi Gojek di tahun 2021. Medan, Palembang, Bandung, Joguya Carta, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar.

Responden survei ditentukan dengan metode simple random sampling yang diperoleh dari pasangan yang sudah aktif dalam tiga bulan terakhir. Sampel ini mewakili populasi mitra pengemudi Gocar dan GoRide, mitra UMKM GoFood dan GoPay, serta mitra penjual sosial UMKM pengguna GoSend.

Post a Comment for "Survei LD FEB UI: Gojek Bantu UMKM Bertahan dan Beradaptasi Di Masa Pandemi"